HUT ke-56 BKOW Sumut: Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi

Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor mengajak perempuan menjadi penggerak ekonomi keluarga yang kreatif dan berdaya saing pada HUT ke-56 BKOW Sumut.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 14:15 WIB
Estimasi: 3 min baca • 12 dilihat

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor menekankan pentingnya penguatan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga. Menurutnya, kemandirian ekonomi perempuan bukan sekadar persoalan rumah tangga, tetapi menjadi salah satu kunci peningkatan kesejahteraan sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Hal tersebut disampaikan Timur Tumanggor saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 BKOW Sumut di halaman Kantor BKOW Sumut, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 104, Medan, Selasa (20/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema Menguatkan Peran Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga yang Kreatif dan Berdaya Saing.

“Lima puluh enam tahun perjalanan BKOW merupakan bukti panjangnya semangat pengabdian dan kebersamaan dalam menghimpun berbagai organisasi perempuan. Perjalanan ini patut kita hargai, sekaligus menjadi dorongan untuk terus menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Timur menjelaskan, keluarga yang tangguh tidak hanya membutuhkan ketahanan sosial, tetapi juga ketahanan ekonomi. Dalam konteks itu, perempuan memegang peran strategis, mulai dari mengelola keuangan rumah tangga, mengembangkan usaha produktif, hingga menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Pemberdayaan ekonomi perempuan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun keluarga yang mandiri dan masyarakat yang sejahtera.

Ia juga menilai perempuan perlu memperoleh ruang yang lebih luas untuk belajar, berinovasi, dan meningkatkan keterampilan. Potensi lokal Sumut, seperti kuliner, kerajinan, fesyen, dan produk unggulan daerah lainnya, dinilai harus mampu dikembangkan menjadi usaha berkualitas yang dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Timur menyebutkan ada tiga hal yang perlu terus diperkuat oleh BKOW bersama seluruh organisasi perempuan di Sumatera Utara. Pertama, memperkuat kapasitas dan keterampilan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, serta pengembangan usaha berbasis potensi daerah.

Kedua, mendorong pemanfaatan teknologi digital. Kreativitas dan kualitas produk harus didukung kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk media sosial dan platform digital, untuk memperluas jangkauan pemasaran serta menjaga kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

Ketiga, memperluas kemitraan dan akses ekonomi. BKOW diharapkan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan berbagai lembaga terkait guna membuka akses pelatihan, pendampingan, pembiayaan, serta pemasaran produk bagi pelaku usaha perempuan.

Sementara itu, Ketua BKOW Sumut Fahrizar Iskandar Hasibuan menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Pemberdayaan perempuan harus mampu membuka kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh akses ekonomi, mengembangkan potensi diri, serta mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan agar semakin berkembang dan naik kelas.

Fahrizar mengakui, pelaku UMKM perempuan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan modal, pemasaran yang belum optimal, serta kemampuan pengelolaan keuangan. Untuk itu, literasi keuangan menjadi aspek penting agar pelaku UMKM perempuan mampu memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.