Ketua HKTI Simalungun Dorong UMKM dan Petani Lokal Jadi Pemasok Dapur SPPG
Ikuti kami di Instagram @mediasumut_id MEDAN — Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Simalungun periode 2026-2031, Suri Harianto, terus menggencarkan langkah nyata bagi kemajuan petani di daerahnya. Kali ini ia mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama petani lokal untuk menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ajakan tersebut dinilai bukan hanya menguntungkan dari sisi ekonomi warga, tetapi juga menjadi bentuk dukungan konkret terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan.
“UMKM dan petani lokal layak diajak bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan MBG, mengingat yang dibutuhkan MBG sudah ada pada UMKM dan petani lokal,” ujar Suri kepada media, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan bahan pangan bagi dapur MBG sesungguhnya dapat dipasok dari hasil produksi warga sekitar. Dengan begitu, perputaran uang tetap berada di daerah dan petani memperoleh kepastian pasar atas hasil panennya.
Suri memaparkan, di Kabupaten Simalungun saat ini terdapat 66 unit dapur SPPG dengan penerima manfaat MBG mencapai lebih kurang 80.000 orang. Rinciannya, sekitar 17.000 balita, 3.800 ibu hamil dan menyusui, serta sisanya merupakan peserta didik di berbagai satuan pendidikan.
“Di Kabupaten Simalungun sudah terdapat 66 unit SPPG dengan penerima MBG mencapai lebih kurang dari 80.000 orang. Sedangkan HKTI di Simalungun sudah terbentuk di 10 kecamatan. Untuk itu HKTI siap bersinergi dengan petani lokal,” tandasnya.
Dengan jangkauan 10 kecamatan tersebut, HKTI Simalungun menargetkan sinergi tidak berhenti pada seruan, melainkan berlanjut ke pendataan komoditas, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga penjajakan kerja sama pasokan dengan pengelola SPPG. Langkah ini diharapkan membuat rantai pasok MBG lebih stabil sekaligus mengangkat pendapatan UMKM dan petani setempat.


