Sumut Lepas Komoditas Ekspor Unggulan Senilai Rp258,9 M

Sumatera Utara kembali memperkuat pasar global dengan melepas ekspor komoditas unggulan senilai Rp258,9 miliar ke berbagai negara.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Estimasi: 2 min baca • 13 dilihat

Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat penetrasi di pasar ekspor global dengan mendorong berbagai komoditas unggulan daerah menembus pasar internasional. Kali ini, komoditas unggulan Sumut dengan nilai total mencapai Rp258,9 miliar resmi dikirim ke berbagai negara tujuan.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor bersama Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding. Acara ini bertempat di Instalasi Karantina Hewan PT Ori Ginalnest Indonesia, Jalan Willem Iskandar, Kompleks MMTC Blok C Nomor 99, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, pada Kamis (29/10/2026).

Mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, Timur Tumanggor menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut terus berkomitmen mendorong peningkatan sektor-sektor yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penguatan ekspor.

“Hari ini sangat besar nilai ekspornya, baik itu dari sarang walet, perikanan, kopi, pinang dan lainnya. Bukan hanya sekadar nilainya atau jumlahnya yang besar, melainkan juga bahwa Sumatera Utara mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Timur.

Ia menambahkan, peningkatan volume ekspor ini sejalan dengan visi Gubernur Bobby Nasution untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus mendongkrak daya saing Sumut di kancah global. Pihaknya berharap aktivitas perdagangan luar negeri ini diiringi dengan kepastian hukum, stabilitas harga, serta konsistensi dalam pemenuhan standar mutu.

Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian nilai ekspor produk pertanian dan perikanan asal Sumut yang menembus angka Rp258,9 miliar ke Amerika, China, serta 18 negara lainnya.

“Tentu Badan Karantina Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena membantu bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga pendapatan masyarakat serta pendapatan daerah,” kata Karding didampingi Kepala Balai Karantina Sumut Andi Yusmanto.

Karding menegaskan komitmen Barantin untuk memastikan pelayanan pemeriksaan karantina berjalan cepat, mudah, dan dengan biaya terjangkau agar tidak menjadi hambatan (bottleneck) bagi para eksportir. Pihaknya juga aktif mendampingi pelaku usaha melalui klinik karantina guna membantu UMKM dan pengusaha pemula memenuhi standar internasional.

Berdasarkan data, komoditas yang diekspor meliputi sarang burung walet senilai Rp11,22 miliar dengan volume 625,94 kg, serta kepiting bakau senilai Rp745 juta sebanyak 18.400 ekor atau 4.600 kg dengan tujuan China. Adapun aneka produk tumbuhan seperti kopi, pinang, buah pala, dan bunga senilai Rp247 miliar dengan volume 9.552.899,36 kg dikirim ke 16 negara.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.