Beras Sumut Surplus 27 Ribu Ton, Kawasan Pertanian Digenjot

Neraca beras Sumatera Utara pada Oktober 2026 mencatat surplus 27.633 ton berkat penguatan kawasan pertanian unggulan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 11:06 WIB
Estimasi: 3 min baca • 9 dilihat

Neraca beras Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2026 mencatat surplus sebesar 27.633 ton. Capaian positif ini sejalan dengan upaya pengembangan kawasan pertanian unggulan yang terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut guna meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, memaparkan data tersebut dalam temu pers yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, pada Jumat (23/10/2026).

“Kebutuhan beras Oktober sebesar 116.433 ton. Produksi beras sekitar 144.066 ton,” ujar Fariz di hadapan awak media.

Selain komoditas beras, sejumlah komoditas hortikultura di Sumut juga menunjukkan hasil produksi yang menggembirakan. Produksi cabai merah tercatat mencapai 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 ton, sedangkan cabai rawit mencapai 7.594 ton dari kebutuhan 3.712 ton. Sementara itu, bawang merah diproduksi setara umbi basah sebanyak 5.021 ton atau 3.306 ton dalam kondisi kering, di tengah angka kebutuhan sebesar 5.353 ton.

Di sektor peternakan, produksi daging sapi mencapai 1.773 ton dengan tingkat kebutuhan 891 ton. Produksi daging ayam ras mencapai 20.383 ton dengan kebutuhan 16.037 ton, serta produksi telur ayam ras yang menyentuh angka 53.810 ton dengan kebutuhan masyarakat sebesar 20.491 ton.

Lebih lanjut, Fariz menjelaskan bahwa Pemprov Sumut melakukan intervensi secara masif untuk mendongkrak produktivitas hasil pertanian melalui Program Strategis Daerah (PSD).

Melalui PSD tersebut, Pemprov Sumut membangun kawasan pertanian terpadu yang mencakup komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, hingga rumah produksi kelapa dan kopi. Seluruh intervensi dipusatkan dalam satu hamparan yang dikelola oleh satu kelompok tani, lengkap dengan paket bantuan penuh serta kemitraan bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai offtaker.

Program terpadu ini telah berjalan dan menunjukkan progres yang baik. Kawasan padi mencakup 10 kawasan dengan total luas 300 hektare, di mana panen telah berlangsung di lahan seluas 44,5 hektare dengan produksi mencapai 327,95 ton. Sementara untuk komoditas jagung, terdapat 13 kawasan seluas 260 hektare dengan realisasi panen di 43 hektare dan menghasilkan 345,6 ton.

“Kawasan cabai merah terdiri dari 15 kawasan seluas 60 hektare. Enam kawasan seluas 24 hektare sudah panen dengan produksi 264 ton, kawasan bawang merah terdiri dari 16 kawasan seluas 48 hektare. Enam kawasan seluas 18 hektare sudah panen dengan produksi 299,4 ton,” papar Fariz.

Sementara itu, untuk sektor peternakan sapi potong, empat kawasan yang berlokasi di Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Asahan, dan Batu Bara saat ini masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada pekan pertama Desember 2026. Kawasan ini nantinya akan diisi sekitar 150 ekor sapi, yang terdiri dari 120 ekor sapi penggemukan dan 30 ekor sapi pengembangbiakan.

Di sisi lain, pembangunan fasilitas hilirisasi seperti rumah produksi kelapa di Nias Utara telah mencapai progres 80 persen dan dijadwalkan selesai pada 6 November 2026. Adapun tiga unit rumah produksi kopi yang tersebar di Humbang Hasundutan (satu unit) dan Tapanuli Utara (dua unit), ditargetkan tuntas pengerjaannya pada November 2026. Pembangunan berbagai kawasan ini diyakini mampu memperkuat produktivitas sektor pertanian serta mendongkrak perekonomian masyarakat Sumut secara berkelanjutan.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.